Mercedes Justru Terancam Kehilangan Gelar F1 2026 Usai 2 DNF dalam 3 Race


Ringkasan: Mercedes masih memimpin klasemen pembalap dan konstruktor F1 2026. Tapi dua DNF beruntun milik George Russell di Kanada dan Andrea Kimi Antonelli di Spanyol membuka jalan bagi Lewis Hamilton dan Ferrari. Toto Wolff sendiri mengakui keandalan mesin timnya “belum cukup baik.”

Mercedes datang ke musim 2026 sebagai favorit gelar. Mobil mereka cepat, dan dua pembalapnya — Antonelli dan Russell — sering finis di depan. Tapi tiga balapan terakhir mengubah cerita itu.

Dalam rentang Grand Prix Kanada, Monako, dan Spanyol, tim asal Brackley ini mencatat dua kali DNF (Did Not Finish) akibat masalah unit tenaga. Satu di antaranya merenggut posisi kedua Antonelli hanya tiga lap sebelum finis.

Artikel ini merangkum apa yang terjadi, bagaimana dampaknya ke klasemen, dan apakah gelar Mercedes benar-benar dalam bahaya.

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Tiga Balapan Terakhir?

Mercedes Justru Terancam Kehilangan Gelar F1 2026 Usai 2 DNF dalam 3 Race

Mercedes tetap menjadi tim paling dominan di awal musim 2026. Mereka tercatat memenangi enam dari tujuh ronde pertama, menurut catatan GPFans. Tapi performa di lintasan tidak sejalan dengan keandalan mesin.

Berikut ringkasan tiga balapan terakhir yang jadi sorotan.

BalapanPemenangInsiden MercedesSumber
GP KanadaAntonelli (Mercedes)Russell DNF — kegagalan unit tenagaThe Race
GP MonakoAntonelli (Mercedes)Tidak ada DNF MercedesPlanetF1
GP Spanyol (Barcelona)Hamilton (Ferrari)Antonelli DNF — kegagalan unit tenaga, 3 lap sebelum finisRacingNews365, SI.com

Di Kanada, bukan hanya Russell yang gagal finis. Sergio Perez, Lando Norris, Fernando Alonso, dan Alex Albon juga DNF pada balapan yang sama, menurut laporan The Race.

Monako sempat memberi harapan. Antonelli menang dari pole, sementara masalah reliabilitas justru menghantam tim lain — Verstappen pensiun di lap pertama akibat unit tenaga Red Bull, dan Leclerc menabrak hingga memicu bendera merah.

Namun di Spanyol, giliran Antonelli yang bermasalah. Ia memimpin posisi kedua sebelum unit tenaganya gagal, hanya tiga lap dari garis finis. Posisi itu jatuh ke Russell, sementara Hamilton merebut kemenangan pertamanya bersama Ferrari — kemenangan pertamanya dalam hampir dua tahun, menurut RacingNews365 dan SI.com.

Klasemen Pembalap: Keunggulan Antonelli Menipis

Mercedes Justru Terancam Kehilangan Gelar F1 2026 Usai 2 DNF dalam 3 Race

Data resmi menunjukkan tren yang jelas: keunggulan Mercedes di atas kertas masih besar, tapi terus menyusut setiap kali mesin mereka bermasalah.

PosisiPembalapTimPoin (usai GP Monako)
1Andrea Kimi AntonelliMercedes156
2Lewis HamiltonFerrari90
3George RussellMercedes88

Sumber: RaceTrackMasters, berdasarkan klasemen resmi usai GP Monako.

Setelah DNF Antonelli di Spanyol, jarak ke posisi dua menyusut menjadi 41 poin, menurut RacingNews365 dan GPFans. Russell di posisi tiga kini tertinggal 50 poin dari rekan setimnya, dan hanya 9 poin di belakang Hamilton.

Artinya, satu DNF lagi dari Antonelli bisa membuat Hamilton benar-benar menyalip ke puncak klasemen pembalap.

Klasemen Konstruktor: Mercedes Masih Memimpin, Ferrari Mendekat

Posisi tim sedikit lebih aman dibanding posisi pembalap individu. Mercedes tetap memimpin klasemen konstruktor usai Spanyol.

Tapi marginnya menipis. Ferrari hanya memangkas selisih sebesar 7 poin dari kemenangan Hamilton di Barcelona, menurut RacingNews365. Angka itu kecil, tapi menunjukkan tren: setiap kali Mercedes gagal finis, Ferrari ikut mendekat di dua klasemen sekaligus.

Apa Penyebab DNF Beruntun Ini?

Mercedes Justru Terancam Kehilangan Gelar F1 2026 Usai 2 DNF dalam 3 Race

Kedua DNF Mercedes — milik Russell di Kanada dan Antonelli di Spanyol — sama-sama disebabkan masalah unit tenaga (power unit), bukan kesalahan pembalap atau insiden kontak.

Toto Wolff, team principal Mercedes, secara terbuka mengakui keandalan timnya belum memadai. Ia menyebut masalah ini berdampak ke seluruh jajaran tim yang memakai mesin Mercedes, tidak hanya tim pabrikan, menurut laporan GPFans.

Russell sendiri membenarkan kekhawatiran itu. Ia menyebut kegagalan terbaru sebagai kekhawatiran besar bagi tim dan divisi mesin Mercedes HPP. Antonelli, yang baru berusia 19 tahun, juga mengaku musim ini sudah beberapa kali kehilangan poin akibat masalah serupa.

Komentator F1 David Coulthard, dalam podcast Up to Speed, memuji cara Wolff tetap tampil di depan media meski timnya menghadapi masa sulit.

Kenapa Masalah Reliabilitas Muncul di Seluruh Grid Musim Ini

Mercedes Justru Terancam Kehilangan Gelar F1 2026 Usai 2 DNF dalam 3 Race

DNF Mercedes bukan kasus terisolasi. 2026 adalah tahun regulasi unit tenaga terbesar sejak 2014, menurut situs resmi Formula1.com.

FIA menaikkan porsi tenaga listrik hingga 50 persen dari total output unit tenaga. MGU-K generasi baru jauh lebih kuat, naik dari 120 kW menjadi 350 kW. Komponen MGU-H lama juga dihapus sepenuhnya dari desain unit tenaga.

Semua tim sekaligus beralih ke bahan bakar berkelanjutan musim ini. FIA pun memangkas jumlah komponen mesin yang boleh dipakai sepanjang musim, menurut ScuderiaFans, sehingga margin kesalahan tim menjadi jauh lebih sempit dibanding regulasi sebelumnya.

Kombinasi perubahan sebesar ini membuat masalah reliabilitas bukan monopoli Mercedes. Williams dan Aston Martin juga sempat mengalami masalah unit tenaga di awal musim 2026, menurut Sportskeeda. RacingNews365 bahkan melaporkan FIA, produsen mesin, dan tim menggelar pertemuan khusus menjelang GP Miami untuk membahas masalah pengelolaan energi unit tenaga yang muncul di tiga balapan pertama musim ini.

Bedanya, Mercedes saat ini memimpin perebutan gelar. Setiap DNF mereka otomatis punya konsekuensi yang jauh lebih mahal dibanding DNF tim papan tengah.

Dampak ke Tim Lain Pengguna Mesin Mercedes

Mercedes Justru Terancam Kehilangan Gelar F1 2026 Usai 2 DNF dalam 3 Race

Masalah keandalan ini tidak berhenti di garasi Mercedes saja. Pada regulasi unit tenaga baru 2026, Mercedes memasok mesin ke empat tim sekaligus: tim pabrikan sendiri, McLaren, Williams, dan Alpine.

Alpine, yang musim ini resmi beralih memakai mesin Mercedes setelah Renault mundur sebagai produsen mesin, ikut merasakan dampak tren reliabilitas ini. McLaren dan Williams, yang sudah lebih dari satu dekade memakai mesin Mercedes, disebut Wolff sebagai pihak yang juga terdampak masalah yang sama.

Artinya, isu ini bukan sekadar masalah internal satu tim. Ia menyangkut performa empat tim sekaligus di grid F1 2026.

Risiko Tambahan: Persaingan Internal Russell vs Antonelli

Mercedes Justru Terancam Kehilangan Gelar F1 2026 Usai 2 DNF dalam 3 Race

Selain masalah mesin, Mercedes juga punya risiko lain: persaingan ketat antara dua pembalapnya sendiri.

Wolff mengakui insiden nyaris bersentuhan antara Antonelli dan Russell di sprint race Kanada hampir berujung pada DNF ganda, menurut The Race. Ia menegaskan insiden itu murni kesalahan, bukan akibat agresivitas berlebihan.

Tim kini menghadapi dilema. Membiarkan kedua pembalap bersaing bebas berisiko menambah insiden. Tapi membatasi mereka berisiko mengecewakan salah satu pihak di tengah perebutan gelar.

Apakah Gelar Mercedes Benar-Benar Terancam?

Jawaban singkatnya: belum dalam bahaya besar, tapi tren ini patut diwaspadai.

Mercedes masih memimpin dua klasemen sekaligus. Keunggulan 41 poin di klasemen pembalap dan posisi puncak di klasemen konstruktor bukan angka kecil dengan sisa balapan musim 2026 yang masih panjang.

Namun pola yang muncul cukup jelas. Setiap kali unit tenaga Mercedes bermasalah, pesaing terdekat — dalam hal ini Ferrari lewat Hamilton — langsung mengambil untung penuh. Jika tren dua DNF dalam tiga balapan ini berlanjut, jarak yang ada sekarang bisa hilang dalam beberapa ronde saja.

Wolff sendiri sudah mengakui Ferrari dan Hamilton sebagai rival gelar yang nyata, perubahan nada yang cukup signifikan dibanding awal musim, menurut F1-Fansite.

FAQ Seputar Ancaman Gelar Mercedes F1 2026

Berapa kali Mercedes DNF di tiga balapan terakhir F1 2026?

Dua kali: Russell di GP Kanada akibat kegagalan unit tenaga, dan Antonelli di GP Spanyol tiga lap sebelum finis.

Siapa yang memimpin klasemen pembalap F1 2026 saat ini?

Andrea Kimi Antonelli (Mercedes) masih memimpin, dengan keunggulan 41 poin atas Lewis Hamilton (Ferrari) usai GP Spanyol.

Apakah Mercedes masih memimpin klasemen konstruktor?

Ya. Mercedes tetap memimpin klasemen konstruktor, meski Ferrari memangkas selisihnya sebesar 7 poin usai kemenangan Hamilton di Barcelona.

Tim apa saja yang memakai mesin Mercedes di F1 2026?

Empat tim: Mercedes sendiri, McLaren, Williams, dan Alpine — Alpine bergabung musim ini setelah Renault berhenti memproduksi mesin F1.

Apa kata Toto Wolff soal masalah keandalan ini?

Wolff mengakui keandalan timnya belum cukup baik, dan menyebut masalah ini berdampak ke seluruh tim pengguna mesin Mercedes.

Mengapa banyak tim mengalami masalah keandalan di F1 2026?

Karena regulasi unit tenaga 2026 adalah perubahan terbesar sejak 2014 — porsi tenaga listrik naik jadi 50%, dan jumlah komponen mesin per musim dipangkas FIA.


Ikuti rangkuman F1 2026 lainnya, termasuk perayaan Grand Prix ke-1.000 McLaren dengan livery khusus di Monako, di everythingformu1a.

📬 Dapatkan update klasemen F1 2026 langsung ke inbox kamu — berlangganan newsletter everythingformu1a.

Referensi

  • The Race — F1 2026 Canadian Grand Prix results
  • PlanetF1 — F1 results: 2026 Monaco Grand Prix
  • RacingNews365 — 2026 F1 championship standings after Barcelona-Catalunya Grand Prix
  • SI.com — F1 Standings After the Barcelona Grand Prix 2026
  • ScuderiaFans — F1 2026 Drivers’ standings after Barcelona
  • GPFans — F1 Mercedes “Achilles heel” reliability fears
  • The Race — Why Mercedes’ F1 2026 driver fights may not last
  • F1-Fansite — Wolff concedes Mercedes faces title fight on two fronts
  • RaceTrackMasters — New 2026 F1 championship standings after Barcelona GP
  • F1Chronicle / Motorsport.com — F1 engine suppliers 2026
  • Formula1.com — 2026 regulations explained: F1’s new power units
  • ScuderiaFans — F1 2026 regulations: fewer power unit components
  • Sportskeeda — Toto Wolff reveals Mercedes F1’s key area of focus
  • RacingNews365 — Revealed: changes F1 can make to fix broken 2026 power units

Related Post